OJK Jawa Barat Dorong Layanan Inklusif Bagi Disabilitas Di Sektor Perbankan

K-Lite FM Bandung,- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat bersama Gerakan Disabilitas Dan Lanjut Usia (DILANS) dan Pemerintah Kota Bandung melakukan kunjungan ke KCU BJB yang merupakan salah satu kantor layanan perbankan di Bandung yang menyediakan layanan perbankan untuk disabilitas, Senin (22/06)
Kunjungan tersebut dilakukan oleh Kepala OJK Provinsi Jawa Barat, Darwisman, Presiden DILANS, Farhan Helmy, Teman Tuli, Angel dan Perwakilan Tuna Daksa dan Lansia, Neng, Analis Kebijakan Ahli Pertama pada Bagian Perekonomian SETDA Kota Bandung, Agung Muhamad Rizki dan dihadiri oleh Direktur Utama, Jajaran Direksi, serta pimpinan KCU dan pejabat BJB lainnya. Kunjungan tersebut bertujuan untuk meninjau kesiapan fasilitas dan layanan inklusif bagi nasabah disabilitas. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program DIA KITA (Disabilitas Berdaya, Keuangan Inklusif Tercipta), yang bertujuan memastikan akses keuangan yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.
Kunjungan dimulai dengan pendampingan akses masuk melalui pintu masuk area timur dengan akses bagi pengguna kursi roda berupa ramp menuju area layanan. Bank telah menyediakan kursi roda di pintu utama bagi teman disabilitas yang membutuhkan. Kemudian dilanjutkan dengan meninjau akses menuju teller, customer service, serta mesin antrian. Simulasi layanan dilakukan oleh salah satu customer service kepada teman tuli terkait pemberian informasi produk tabungan dan layanan perbankan lainnya menggunakan bahasa isyarat, sementara peserta lain memantau jalannya proses antrian dengan menggunakan tempat duduk prioritas. Di sesi akhir terdapat peninjauan kepada toilet yang sudah didesain sehingga ramah bagi penyandang disabilitas.
Dalam sambutannya, Darwisman menegaskan bahwa literasi dan inklusi keuangan harus berjalan beriringan dengan layanan yang ramah disabilitas.
“Program DIA KITA bukan hanya memberikan edukasi, tetapi juga memastikan lembaga jasa keuangan menyediakan sarana, prasarana, dan sikap layanan yang adil serta berkelanjutan. Dengan simulasi ini, kami ingin memastikan bahwa akses keuangan benar-benar inklusif dan mendukung kemandirian ekonomi komunitas disabilitas,” ujarnya.
Farhan Helmy selaku perwakilan komunitas disabilitas turut memberikan apresiasi atas kegiatan ini.
“Kami merasa dihargai karena dilibatkan langsung dalam simulasi layanan. Kehadiran program DIA KITA membuktikan bahwa penyandang disabilitas bukan sekadar penerima manfaat, tetapi bagian penting dari ekosistem keuangan. Dengan akses yang inklusif, kami lebih percaya diri untuk mandiri secara ekonomi dan berkontribusi bagi masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan peninjauan akses keluar menuju parkiran khusus bagi para penyandang disabilitas, sekaligus memastikan dukungan petugas keamanan dalam membantu mobilitas peserta disabilitas.
Melalui kegiatan ini, OJK Jawa Barat menegaskan komitmennya memperkuat ekosistem keuangan yang inklusif melalui program DIA KITA, sehingga penyandang disabilitas tidak hanya menjadi penerima layanan, tetapi juga berdaya sebagai bagian dari pembangunan ekonomi Indonesia.

