Urban Village – Fakultas Komunikasi BIsnis Telkom University

K-Lite FM BANDUNG,- Radio Klite 107.1 FM sebagai media selalu mendukung inovasi dalam berbagai hal, termasuk pelestarian budaya dan seni yang dimiliki masyarakat. Kali ini mengangkat kaulinan urang lembur daerah Ciburial Garut, Jawa Barat.Hal yang menarik ketika seseorang masih berusi belia adalah bermain bersama teman-teman. Seperti permainan, sapintrong, congkak, perepet jengkol dan permainan lainnya. Nah, terkait dengan itu Fakultas Komunikasi Bisnis Telkom University, melakukan projek Urban Village, yang salah satu manfaatnya, mengembangkan dunia periwisata dari kekayaan lokal konten.

Ester Meilani Pattipeliohy, SI.Kom.M.I.Kom (Dosen Tel U), ini merupakan projek berkesinambungan yang dijalankan Tel U, khususnya Fakultas Komunikasi Bisnis Telkom University untuk mengangkat kearifan lokal. Proyek Pentahelix yang dijalankan ini merupakan wujud kepedulian perguruan tinggi terhadap kekayaan lokal (kearifan lokal) yang harus dipertahankan. Projek ini, akan terus dilakukan untuk mengingatkan dan mempertahankan kekayaan dan warisan budaya bangsa.

Sementara Dr.H. Rusman Nurdin S.Sn.M.Sn sebagai budayawan dan pengajar di ISBI, mengingatkan kekayaan dan budaya yang berakar ini harus terus diinformasikan pada masyarakat bahwa ini kekayaan Indonesia. Nah, jadi menurut Apih Rusman (panggilan akrab Dr. Rusman Nurdin), ketika ada negara lain yang mengaku, kita sudah punya epiden, bahwa ini kekayaan Indonesia. Mahasiswa sebagai generasi penerus, jangan hanya karena ada tugas kampus, tetapi setelah itu mereka harus menjadi duta bangsa dalam menduniakan kaulinan urang lembur.

Sebagai perwakilan mahasiswa dan langsung menggarap projek ini, Aulia Wulansari (PR Binar Ciburial) dan Refanda Alfarisi (Projeck Manajer Binar Ciburial), merasakan keseruan permainan-permainan yang ada dan dilestarikan di Desa Ciburial Garut, sebagai deesa wisata. Olah raga, hiburan, keakraban serta sportifitas tercipta dalam permainan itu. Pemilihan materi kaulinan urang lembur karena kegiatan ini terkait dengan poin-poin yang menjadi focus mereka dalam mengembangkan dan melestarikan permainan tersebut.