Cegah Jadi Korban Penipuan Online di Media Sosial, Masyarakat Nyengseret Tingkatkan Literasi Digital

Redaksi Klite-Bandung, 24 Juni 2026 – Maraknya kasus penipuan online yang menyasar berbagai kelompok usia mendorong perlunya peningkatan literasi digital di tingkat masyarakat. Sebagai bentuk kontribusi dalam meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan warga terhadap berbagai modus kejahatan digital, dosen Fakultas Komunikasi dan Ilmu Sosial Universitas Telkom menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Deteksi dan Pencegahan Penipuan Digital (Scam) di Media Sosial bagi masyarakat Kelurahan Nyengseret.

Kegiatan ini berlokasi di Aula Nyengseret dengan diikuti oleh 50 peserta dengan rentang usia yang beragam, mulai dari mahasiswa berusia sekitar 21 tahun hingga warga berusia di atas 50 tahun. Acara turut dihadiri dan didukung langsung oleh Lurah Nyengseret, Ibu Yanti, S.E., yang memberikan sambutan sekaligus mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dari awal hingga akhir.

Pelatihan dimoderatori oleh Ibu Aiza Nabilla Arifputri, M.A., dosen S1 Ilmu Komunikasi Fakultas Komunikasi dan Ilmu Sosial Universitas Telkom. Sementara itu, materi utama disampaikan oleh Ibu Yuliani Rachma Putri, Ph.D., yang menjelaskan berbagai bentuk penipuan digital yang saat ini banyak ditemukan di media sosial serta langkah-langkah pencegahannya.

Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pengalaman yang dibagikan selama sesi diskusi. Beberapa peserta yang aktif sebagai Ketua RW, pengurus PKK, maupun anggota organisasi kemasyarakatan mengaku pernah diminta menyerahkan data pribadi seperti KTP oleh pihak yang menawarkan hadiah atau promosi tertentu. Pengalaman tersebut menimbulkan kekhawatiran terkait keamanan data pribadi dan potensi penyalahgunaannya.

Selain itu, sejumlah warga juga mengungkapkan pernah menerima pesan langsung (direct message) melalui Instagram dari akun yang mengaku sebagai pria asing berprofesi sebagai pilot. Menariknya, akun tersebut ternyata menghubungi beberapa warga lain dengan pola komunikasi yang serupa. Berkat kewaspadaan yang dimiliki, sebagian besar warga memilih memblokir akun tersebut sehingga upaya penipuan tidak berlanjut.

Dalam pemaparannya, Ibu Yuliani memperkenalkan metode READ (Recognize, Evaluate, Ask, Delay) sebagai langkah sederhana untuk mengenali dan menghadapi potensi penipuan digital. Selain itu, peserta juga diajak menerapkan prinsip “5 Cek” sebelum melakukan transfer atau memberikan informasi pribadi, yaitu Cek Akun atau Kanal, Cek Identitas, Cek Isi Pesan, Cek Akibatnya, dan Cek kepada Orang Lain yang dapat dipercaya.

Untuk menambahkan kiat gotong royong, Ibu Aiza Nabilla Arifputri menegaskan pentingnya membangun budaya saling peduli di tengah masyarakat dalam menghadapi ancaman penipuan digital. Menurutnya, warga perlu menjaga semangat kebersamaan, saling membantu ketika menemukan indikasi penipuan, tidak menghakimi korban, serta berani bersikap tegas ketika menghadapi permintaan yang mencurigakan. Dengan meningkatnya literasi digital dan kepedulian sosial, masyarakat diharapkan mampu melindungi diri dan lingkungan sekitarnya dari berbagai modus penipuan online yang terus berkembang.

Sebagai penutup kegiatan, peserta diajak mengikuti sesi healing dan relaksasi yang dipandu oleh Ibu Raissa Azaria Arief, S.Psi., M.Si., selaku perwakilan dari Program Studi S1 Psikologi, Fakultas Komunikasi dan Ilmu Sosial, Universitas Telkom Bandung. Dalam sesi ini, peserta diajak mendengarkan musik relaksasi yang dipadukan dengan afirmasi positif untuk membantu menenangkan pikiran, mengurangi kecemasan, serta meningkatkan kesadaran diri dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan, termasuk risiko yang muncul di ruang digital.

Sesi healing tersebut mendapatkan respons positif dari peserta karena memberikan pengalaman yang berbeda dari kegiatan pelatihan pada umumnya. Selain memperoleh pengetahuan dan keterampilan dalam mendeteksi penipuan digital, peserta juga mendapatkan ruang untuk beristirahat sejenak, merefleksikan diri, dan memperkuat kesiapan mental dalam menghadapi dinamika kehidupan sehari-hari. Kegiatan ditutup dengan suasana hangat dan penuh kebersamaan, sejalan dengan semangat membangun masyarakat yang cakap digital sekaligus memiliki kesejahteraan psikologis yang baik.

Melalui kegiatan ini, masyarakat Kelurahan Nyengseret diharapkan semakin cakap dalam menggunakan media digital secara aman, kritis, dan bertanggung jawab, sehingga dapat meminimalkan risiko menjadi korban penipuan di era digital.