Tim Dosen Fakultas Komunikasi dan Ilmu Sosial Telkom University Gelar Pelatihan Negosiasi Komunikasi dan Adaptasi Budaya untuk Hadapi Wisatawan Lokal dan Mancanegara

Tim dosen Telkom University melaksanakan pengabdian masyarakat di Desa Wisata Alamendah, Selasa (23/6).

Redaksi klite-Bandung, 23 Juni 2026 — Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Komunikasi dan Ilmu Sosial (FKS) Telkom University yang terdiri dari Abdul Fadli Kalaloi, Indria Angga Dianita, dan Muhammad Rio Fariza bersama sejumlah mahasiswa menyelenggarakan pelatihan bertajuk “Persiapan Menghadapi Wisatawan Lokal dan Mancanegara Melalui Negosiasi Komunikasi dan Adaptasi Budaya” pada Selasa (23/6/2026). Kegiatan ini berlangsung di Desa Wisata Alamendah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kesiapan masyarakat dalam menghadapi wisatawan dari berbagai daerah maupun negara yang memiliki latar belakang budaya, kebiasaan, dan pola komunikasi yang beragam. Meningkatnya kunjungan wisatawan ke kawasan Ciwidey menjadi peluang sekaligus tantangan bagi masyarakat untuk memberikan pelayanan yang ramah, profesional, dan mampu memenuhi kebutuhan wisatawan lokal maupun mancanegara.

Menurut Muhammad Rio Fariza, kemampuan komunikasi lintas budaya menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung kualitas pelayanan wisata dan menciptakan pengalaman yang positif bagi pengunjung.

“Desa wisata tidak hanya menawarkan keindahan alam dan berbagai potensi wisata yang dimiliki, tetapi juga pengalaman interaksi yang diberikan oleh masyarakat kepada wisatawan. Oleh karena itu, kemampuan memahami perbedaan budaya dan menyesuaikan cara berkomunikasi menjadi keterampilan yang penting untuk dimiliki oleh pelaku wisata,” ujarnya.

“Wisatawan yang datang memiliki latar belakang budaya, kebiasaan, dan ekspektasi yang berbeda-beda. Melalui pelatihan ini, kami ingin membantu masyarakat memahami bagaimana membangun komunikasi yang efektif sehingga tercipta pelayanan yang nyaman, ramah, dan berkesan bagi wisatawan lokal maupun mancanegara,” tambahnya.

Pengabdian masyarakat ini mengangkat topik “Persiapan Menghadapi Wisatawan Lokal dan Mancanegara Melalui Negosiasi Komunikasi dan Adaptasi Budaya.” Topik tersebut memberikan pelatihan dan wawasan kepada peserta mengenai pentingnya komunikasi lintas budaya dalam sektor pariwisata, termasuk bagaimana membangun komunikasi yang efektif, memahami perbedaan budaya, serta beradaptasi dengan karakteristik wisatawan yang beragam.

Dalam kegiatan ini, peserta memperoleh materi mengenai komunikasi lintas budaya, negosiasi komunikasi, dan adaptasi budaya dalam pelayanan wisata. Materi dirancang untuk membantu peserta memahami berbagai karakteristik wisatawan, mengenali perbedaan budaya yang mungkin muncul selama interaksi, serta membangun komunikasi yang efektif dan saling menghargai.

Sesi diskusi berlangsung interaktif. Peserta aktif berbagi pengalaman mengenai tantangan yang dihadapi saat berinteraksi dengan wisatawan dari berbagai daerah maupun negara. Berbagai pertanyaan muncul terkait etika komunikasi, cara menghadapi perbedaan budaya, hingga strategi membangun hubungan yang baik dengan wisatawan agar tercipta pengalaman wisata yang menyenangkan.

Lutfia Fauzian selaku pengelola Desa Wisata Alamendah menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan yang diselenggarakan oleh tim dosen Telkom University.

“Pelatihan ini memberikan wawasan baru bagi kami mengenai pentingnya komunikasi dan adaptasi budaya dalam sektor pariwisata. Kami menjadi lebih memahami cara berinteraksi dengan wisatawan dari berbagai latar belakang sehingga dapat memberikan pelayanan yang lebih baik dan profesional. Materi yang diberikan sangat relevan dengan kondisi yang kami hadapi di lapangan,” ungkap Lutfia. Melalui kegiatan pelatihan ini, diharapkan kapasitas masyarakat Desa Wisata Alamendah dalam menghadapi wisatawan lokal maupun mancanegara semakin meningkat. Program ini juga diharapkan mampu mendorong terciptanya pelayanan wisata yang lebih ramah, inklusif, dan berorientasi pada pengalaman wisatawan sehingga dapat memperkuat citra Desa Wisata Alamendah sebagai destinasi wisata yang berdaya saing. Pada akhirnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat diharapkan terus berlanjut untuk mendukung pengembangan pariwisata berbasis komunitas yang berkelanjutan.