Telkom University Gelar Pelatihan Penulisan Kreatif untuk Dorong Promosi Desa Wisata Alamendah

Redaksi Klite-Bandung, 25 Juni 2026 — Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Komunikasi dan Ilmu Sosial (FKS) Telkom University yang terdiri dari Yogie Alwaton, Bintar Mupiza, dan Miftahul Rozaq, menyelenggarakan pelatihan bertajuk “Pelatihan Penulisan Kreatif Berbasis Jurnalisme di Media Sosial dan Blog bagi Pegiat Wisata dan Ekonomi Kreatif untuk Memaksimalkan Promosi Destinasi” pada Selasa (23/6/2026). Kegiatan ini berlangsung di Desa Wisata Alamendah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung.
Pelatihan ini dilakukan sebagai bentuk upaya mempersiapkan peserta untuk mengelola media sosial dan blog berdasar pada jurnalisme. Mengingat bagaimana desa wisata memerlukan brandingan yang kuat untuk mampu bersaing, diperlukan kemampuan penulisan kreatif bagi pegiat wisata.
Menurut Yogie Alwaton, jurnalisme era digital sekarang memiliki peran penting dalam mendorong promosi desa wisata.
“Jurnalisme yang menaikkan engagement adalah jurnalisme kolaboratif, tapi yang paling penting adalah the power of bernarasi”ujarnya.
Yogie menjelaskan jurnalisme kolaboratif adalah bentuk yang paling sering digunakan untuk memikat banyak perhatian. Kolaborasi dengan influencer sedang menjadi topik hangat yang diminati banyak brand dan audien
Maka penting untuk memahami bagaimana penulisan kreatif berbasis jurnalisme diaplikasikan dalam mempromosikan desa wisata.
“informasi yang disampaikan itu harus padat dengan 5W+1H”tambahnya.
Peserta juga dibekali dengan kemampuan dasar Jurnalistik Destinasi, yaitu seni menceritakan potensi wisata secara faktual namun tetap menarik. Menggunakan prinsip 5W+1H, peserta diajarkan mengubah data konvensional menjadi narasi yang memikat daya tarik pembaca,
Selain itu, diperkenalkan pula formula penulisan caption media sosial yang efektif menggunakan struktur Hook, Story, dan Call to Action (CTA).
Salah satu peserta yang merupakan bagian dari pengelola Desa Wisata Alamendah, Abdullah, berbagi pengalamannya dalam mengikuti pelatihan ini.
“Pelatihan ini membuka mata saya bagaimana sekedar caption yang digunakan dapat mempengaruhi desa wisata ini. Ternyata bentuk penulisan yang baik dan benar harus ada unsur 5W+1H, saya kira hanya sekedar menulis saja. Kegiatan ini juga suasananya menyenangkan, jadi tidak terasa membebankan dan materi juga gampang diingat” ujarnya. Melalui pendekatan tulisan jurnalistik ini, publikasi dan pemasaran Desa Wisata Alamendah diharapkan menjadi lebih terukur serta mampu menjangkau audiens yang jauh lebih luas. Kemampuan merangkai cerita (storytelling) yang kredibel dan memikat tidak hanya sekadar menarik perhatian masyarakat, tetapi juga krusial dalam membangun citra positif dan identitas kuat instansi pariwisata desa
