Universitas Telkom Dampingi Penyusunan Empat Paket Wisata Terintegrasi di Kampung Adat Miduana

Cianjur – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) Universitas Telkom bersama masyarakat Kampung Adat Miduana, Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur, berhasil merumuskan empat paket wisata terintegrasi dalam kegiatan pendampingan yang dilaksanakan pada Senin (15/6/2026). Program ini merupakan upaya mendukung pengembangan Kampung Adat Miduana sebagai destinasi wisata budaya berbasis kearifan lokal.

Kegiatan Abdimas diketuai oleh Yoka Pradana dengan anggota Adi Bayu Mahadian dan Astria Eka Santi. Pendampingan diawali dengan pemaparan materi mengenai pengembangan wisata budaya dan dilanjutkan dengan diskusi partisipatif bersama masyarakat serta Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) untuk mengidentifikasi potensi lokal yang dapat dikembangkan menjadi produk wisata.

Ketua Tim Abdimas Universitas Telkom, Yoka Pradana, menekankan bahwa pengembangan wisata budaya perlu mengintegrasikan potensi atraksi wisata, nilai-nilai lokal, dan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Pengembangan wisata budaya bukan hanya tentang mendatangkan wisatawan, tetapi juga memastikan budaya dan nilai-nilai lokal tetap terjaga serta dapat diwariskan kepada generasi berikutnya. Pariwisata harus menjadi sarana untuk memperkuat identitas masyarakat sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi warga,” ujarnya.

Melalui proses diskusi dan pemetaan potensi wisata, tim Abdimas bersama Pokdarwis berhasil menyusun empat rancangan paket wisata, yaitu Nganjang ka Kampung Adat Miduana, Ngendong di Kampung Adat Miduana, Nyair di Wahangan Cipandak Miduana, dan Paket Wisata Meditasi. Keempat paket tersebut dirancang untuk memperkenalkan tradisi, kesenian, lingkungan alam, serta kehidupan masyarakat Kampung Adat Miduana melalui pengalaman wisata yang edukatif dan berbasis budaya.

Salah seorang anggota Pokdarwis Kampung Adat Miduana, Alwi, menyambut baik program pendampingan yang dilakukan oleh Universitas Telkom. Menurutnya, kegiatan tersebut membantu masyarakat dalam mengidentifikasi dan mengemas potensi wisata yang dimiliki kampung adat.

“Kegiatan ini sangat membantu kami dalam mengembangkan potensi wisata kampung adat. Kami berharap kerja sama dan pendampingan dari Universitas Telkom dapat terus berlanjut sehingga program-program yang telah direncanakan dapat direalisasikan dengan baik,” katanya.

Empat paket wisata yang telah dirumuskan diharapkan menjadi langkah awal dalam pengembangan produk wisata Kampung Adat Miduana yang lebih terstruktur dan berkelanjutan. Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat, program ini diharapkan dapat memperkuat pelestarian budaya lokal sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga melalui pengelolaan pariwisata yang berbasis pada nilai-nilai kearifan lokal.