Rayakan Hari Kartini, Perempuan Berhak Punya Waktu Buat Diri Sendiri

K-lite FM Bandung,– Perayaan Hari Kartini menjadi pengingat bahwa perempuan memiliki hak yang setara dengan laki-laki, tidak hanya dalam hal peran sosial tetapi juga dalam kesejahteraan mental. Dalam kehidupan sehari-hari, banyak perempuan menjalani berbagai peran sekaligus, seperti pekerja, ibu, anak, hingga pengelola rumah tangga, sehingga waktu untuk diri sendiri sering kali menjadi hal pertama yang dikorbankan. Padahal, memiliki hobi bukan sekadar aktivitas pengisi waktu luang, melainkan berperan penting dalam menjaga kesehatan mental, kebahagiaan, dan kualitas hidup. Semangat emansipasi Kartini yang dulu berfokus pada akses pendidikan dan kesetaraan hak kini dapat dimaknai lebih luas, termasuk kebebasan untuk menikmati waktu pribadi dan merawat diri.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa aktivitas santai seperti membaca, berolahraga, berkebun, atau berkarya memiliki dampak positif terhadap kesehatan fisik dan mental. Orang yang memiliki hobi cenderung memiliki tingkat depresi yang lebih rendah, kesehatan yang lebih baik, serta kebahagiaan dan kepuasan hidup yang lebih tinggi. Namun, perempuan sering kali lebih rentan mengalami keterbatasan waktu atau time poverty, karena secara global mereka menghabiskan lebih banyak waktu untuk pekerjaan domestik dan perawatan yang tidak dibayar dibandingkan laki-laki. Akibatnya, ruang untuk beristirahat atau menjalani hobi menjadi terbatas.
Dalam konteks ini, hobi bukan hanya sekadar kesenangan, tetapi juga cara untuk mengambil kembali ruang personal yang sering tersisih oleh tanggung jawab. Secara psikologis, aktivitas yang menyenangkan dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan ketahanan diri dalam menghadapi tekanan. Bahkan, kegiatan sederhana seperti berkebun atau membuat kerajinan terbukti dapat meningkatkan kepuasan hidup dan mengurangi gejala kecemasan serta depresi. Jika berupa aktivitas fisik, manfaatnya juga semakin besar karena dapat meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan.
Selama ini, hobi sering dianggap sebagai bentuk self-care, tetapi bagi perempuan, maknanya lebih dalam—yakni tentang hak atas waktu, ruang, dan identitas diri di luar peran-peran yang dijalani. Oleh karena itu, Hari Kartini tidak hanya menjadi simbol perjuangan besar, tetapi juga pengingat bahwa kebebasan bisa dimulai dari hal sederhana, seperti memiliki waktu untuk melakukan aktivitas yang disukai. (agustin anggi pratiwi)