BGN Membangun Sistem Terintegrasi Untuk Pastikan MBG Tepat Sasaran

K-lite FM Bandung,- Badan Gizi Nasional (BGN) membangun sistem terintegrasi lintas kementerian dan lembaga untuk memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tepat sasaran. Hal ini disampaikan Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sanjaya, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (23/4/2026), yang melibatkan Kementerian Kesehatan, Kemendukbangga/BKKBN, Kementerian Agama, serta Kemendikdasmen. Saat ini, BGN tengah melakukan validasi data melalui percepatan akses bagi para pemangku kepentingan daerah seperti kepala desa, camat, hingga kepala sekolah dan posyandu melalui situs validasidata.bgn.go.id guna memastikan data sekolah dan penerima manfaat telah terdaftar dengan benar.
Selain itu, BGN juga mengembangkan Application Programming Interface (API) untuk mengintegrasikan data dari berbagai instansi sebagai wali data. Penyaluran MBG ditargetkan menjangkau 82,9 juta penerima manfaat, termasuk peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan yang datanya dikelola Kemendikdasmen, santri dan madrasah oleh Kemenag, serta ibu hamil, ibu menyusui, dan balita oleh Kemendukbangga/BKKBN dan Kemenkes. Sony menegaskan bahwa BGN berperan sebagai pengguna data dan tidak mengintervensi tugas masing-masing kementerian, namun membutuhkan integrasi data dalam satu sistem agar seluruh pihak memiliki acuan yang sama.
Dengan sistem ini, kementerian dan lembaga terkait dapat memantau serta mengawasi penyaluran MBG secara transparan dan real-time. Data yang terintegrasi memungkinkan berbagai level pemerintahan, termasuk daerah, untuk mengetahui progres distribusi, jumlah penerima manfaat, serta wilayah yang belum terjangkau. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas program sehingga bantuan gizi dapat tersalurkan secara merata dan tepat sasaran.
Ke depan, BGN berharap sistem terintegrasi ini tidak hanya mempercepat penyaluran, tetapi juga meningkatkan akurasi kebijakan berbasis data dalam program pemenuhan gizi nasional. Dengan dukungan teknologi dan sinergi antarinstansi, pemerintah dapat melakukan evaluasi secara berkala serta melakukan penyesuaian strategi apabila ditemukan kendala di lapangan, sehingga keberlanjutan dan dampak positif Program MBG dapat terus ditingkatkan. (agustin anggi pratiwi)

