Mengenal Sistem Pertahanan Tubuh (Immune System)

Dr. Indra K. Muhtadi

28 Mei 2025

Sistem pertahanan tubuh kita atau biasa yang disebut sebagai sistem imunitas (immune system) adalah versi militer dari tubuh kita. Mereka disumpah untuk membela tubuh dari segala ancaman “asing dan domestik”; dari luar mau pun dari dalam. Dalam menjalankan tugasnya, mereka terdiri dari berbagai jenis “tentara“. Di dalam tubuh sistem imunitas kita melindungi tubuh dari penyakit, infeksi, kanker, dan membantu proses pemulihan setelah terjadi suatu cedera. Tanpa sistem imunitas, bisa dipastikan bahwa spesies manusia sudah punah sejak dahulu kala.
 

Penyusun Sistem Imunitas
Sistem imunitas di dalam tubuh terdiri dari sistem pertahanan yang kompleks yang ditenagai oleh empat sampai lima liter darah dan cairan getah bening (lymph). Kedua jenis cairan ini secara bersama-sama mengangkut elemen-elemen dari sistem imunitas agar mereka dapat mengerjakan tugas mereka. Bisa dikatakan darah dan cairan getah bening adalah alat transportasi dari sistem pertahanan di dalam tubuh. Sistem imunitas itu sendiri tersusun oleh “kesatria” sel darah putih yang siap terjun ke medan perang setiap kali ada masalah. Ada dua jenis sel darah putih yaitu phagocytes dan lymphocytes. Kedua kesatria ini bekerja saling membantu dan tidak dapat dipisahkan dalam fungsinya.
 
Cara Kerja Phagocytes dan Lymphocytes
Phagocytes dapat bergerak bebas di dalam darah dan jaringan untuk memangsa dan menyerap penyusup. Mereka mentarget organisme yang dapat menyebabkan penyakit (disebut sebagai patogen) dan juga racun-racun yang diproduksi oleh beberapa organisme patogen tersebut. Ketika phagocytes menyerap sebuah patogen mereka akan mengirimkan pesan kimia untuk membantu lymphocytes mengidentifikasi jenis patogen yang sedang dihadapi oleh tubuh. Ini bisa dilakukan karena setiap patogen membawa antigen yang spesifik, dan setiap lymphocytes membawa berbagai jenis antibodi yang akan melawan antigen yang dibawa oleh patogen. Tubuh kita membuat antibodi-antibodi baru setiap saat terinfeksi oleh antigen yang baru. Bila antigen yang sama menginfeksi ulang, maka tubuh akan segera mengenali dan menghancurkannya.
 
Jenis Lymphocytes
Ada tiga jenis lymphocytes di dalam tubuh yaitu: B cells, T cells, dan natural killer cells (NK cells). B cells bertugas membuat antibodi untuk menyerang bakteri, virus, dan racun yang masuk ke dalam tubuh. T cells dan NK cells memiliki tugas mirip yaitu membunuh dan menghancurkan sel-sel di dalam tubuh yang sudah dikuasai oleh virus atau yang sudah berubah menjadi kanker. Tapi T cell bekerja dengan memproduksi antibodi sementara NK cell bekerja dengan memproduksi enzim atau zat kimia khusus untuk membunuh sel tubuh yang rusak tersebut.
 
Demam dan Peradangan
Mengalami demam dan peradangan (inflamasi) sudah pasti tidak mengenakkan, tapi keduanya merupakan tanda bahwa tubuh sedang bekerja melawan patogen. Kondisi demam akan membuat tubuh melepaskan sel-sel darah putih, meningkatkan metabolisme, dan menghentikan organisme tertentu untuk bermultiplikasi. Demam terjadi karena sel-sel yang rusak melepas histamin. Histamin juga akan melarutkan dinding sel-sel yang rusak sehingga menciptakan kondisi memerah, hangat, nyeri, bengkak, dan peradangan. Jadi lain kali bila Anda menderita demam, jangan buru-buru merasa kesal. Karena sesungguhnya tubuh Anda sedang menjalankan fungsinya, yaitu fungsi melawan invasi dari patogen atau toxin.
 
Reaksi Alergi
Reaksi alergi adalah kondisi yang terjadi pada orang yang sistem imunitasnya hipersensitif terhadap suatu antigen. Alergi secara umum dapat dijelaskan adalah kondisi saat banyak orang tidak mengalami gangguan, tapi ada sekelompok kecil orang tidak dapat mentoleransinya. Contohnya ada orang yang tidak bisa makan kacang, karena sistem imunitasnya salah menganggap protein kacang sebagai “musuh” yang harus dilawan. Sehingga saat ia mengkonsumsi makanan mengandung kacang, tubuhnya langsung siap tempur, menciptakan kondisi seperti keadaan tubuh sedang melawan suatu penyusup atau patogen.
 
Penyakit Autoimun
Terkadang, sistem imunitas tubuh menyerang jaringan pada tubuhnya sendiri sehingga mencetus suatu keadaan penyakit. Kondisi ini disebut sebagai penyakit autoimun (autoimmunity). Seharusnya, sistem imunitas kita terbiasa dengan jaringan tubuhnya sendiri sejak sebelum lahir, tapi pada beberapa kasus ada yang masih menganggap jaringan tubuhnya sendiri sebagai musuh yang harus dilawan. Kita tidak membahas spesifik penyakit autoimun di dalam artikel ini. Tapi contohnya seperti: multiple sclerosis, lupus, rheumatoid arthritis, psoriasis, dll.

Beristirahat atau Kalah dalam Perang
Bila kita memaksa tubuh kita bekerja dan beraktivitas sampai lupa atau kurang beristirahat, lambat laun kita akan merasa tidak enak badan. Itu adalah tanda bahwa sistem imunitas di tubuh kita sedang “balas dendam”. Karena bila Anda tidur kurang dari 5 jam pada malam hari, sistem imunitas tubuh akan “depresi”, sama seperti Anda. Maka ketika ada patogen, musuh baik dari luar atau pun dalam tubuh sendiri, tubuh Anda akan menjadi sasaran empuk. Anda akan sangat mudah terkena sakit, bahkan yang ringan sekali pun seperti common cold dan diare. Apa lagi bila penyakit sedang mewabah di sekitar Anda, maka mencukupkan tidur malam adalah upaya penting yang harus senantiasa dilakukan agar tentara tubuh Anda berada pada kondisi puncaknya untuk berperang.

Stres Merusak Sistem Imunitas
Sistem imunitas tubuh kita bukan Superman yang sangat kuat. Bahkan seorang Superman pun memiliki kelemahan. Kelemahan sistem imunitas kita yang paling utama adalah kondisi stres, sama seperti batu Krypton bagi Superman, stres memberikan efek negatif yang sangat signifikan bagi sistem imunitas tubuh manusia. Dalam kondisi rangkaian peristiwa stres, kelenjar adrenal di otak kita melepas hormon adrenalin, cortisol dan hormon-hormon stres lainnya . Semua hormon stres ini berfungsi untuk mempersiapkan tubuh menghadapi kondisi bahaya bersiap untuk fight of flight. Cortisol walaupun memiliki efek dapat mengurangi inflamasi akibat respon imunitas terhadap stres, tapi dalam kondisi berkepanjangan dapat merusak hampir semua sistem di dalam tubuh manusia, terutama sistem imunitas kita. Jadi agar tidak mudah sakit, stres senantiasa harus bisa diatasi malah kalau bisa dimanfaatkan

Bahagia Membantu Sistem Imunitas
Seperti kehadiran seorang Louis Lane bagi Superman, maka kehadiran endorphin atau hormon bahagia sangat dinantikan oleh sistem imunitas kita. Kebalikan dari kondisi stres tadi, kondisi bahagia akan membuat kelenjar adrenal di otak melepas hormon yang dapat membuat semua sistem di dalam tubuh kita berada dalam kondisi terbaiknya, termasuk sistem imunitas. Dari ketiga jenis sel lymphocyte, NK cells adalah yang paling menyenangi hormon endorphin ini. Kondisi bahagia akan membuat jumlahnya meningkat, membuat tubuh lebih mudah untuk melawan musuh patogen dari luar, atau sel kanker dari dalam tubuh sendiri. Karenanya, agar tubuh kuat melawan setiap pengganggu, maksimalkanlah usaha agar Anda senantiasa merasa bahagia