Baju Putih yang Tertolak

Selesai menjemput Teh Yona, aini dan Teh Yona pun bergegas untuk pulang ke rumah karena waktu sudah menjelang malam, butuh waktu sekitar 10-20 menitan untuk sampai di rumah. Sesampai nya di rumah aini memarkirkan sepedanya di garasi, Teh Yona pun turun dari sepeda, Teh Yona menyuruh nya untuk masuk duluan karena Teh Yona ingin menutup garasi, aini pun mengiyakan nya saja, dan langsung masuk ke rumah. Saat masuk ke rumah aini di sambut dengan kedua orang tua nya yang terlihat sangat cemas, seolah-olah aini telah pergi cukup lama, padahal ia hanya pergi sekitar 30 menitan dan itu pun untuk menjemput kakak sepupunya.

“Aini ya allah kamu kemana aja? Udah mau malam loh baru balik, khawatir ibu sama bapa”

“Kan aku udah izin buat jemput Teh yona bu”

“Ya allah ni, Teh Yona udah di rumah dari jam set 6 ni, dari tadi katanya dia nungguin kamu di PT, tapi kamu nya gk datang-datang, Teh yona tadi balik naik ojek, kamu kemana aja?!”

“Ih ibu ngomong apa sih, orang itu Teh Yonalagi nutup garasi, tadi barusan aku jemput loh bu, ibu jangan bikin takut ih”

Baru saja ia bilang bahwa ia tidak percaya perkataan ibunya, tiba-tiba dari arah kamar nya ada bunyi pintu terbuka, dan betapa kaget nya ketika ia melihat Teh Yona keluar dari kamar, sudah menggunakan baju daster yang menandakan ia sudah ada di rumah cukup lama. Teh Yona yang melihat aini, langsung bilang:

“Kamu lewat rumah sakit itu ya? Kan Udah di bilang jangan lewat rumah sakit itu sore-sore, mana pakai baju putih kamu, ya pasti di ganggu”

Aini yang masih tidak percaya, langsung lari ke arah garasi untuk mengecek apakah Teh Yona yang baru saja ia jemput masih ada di sana atau tidak, namun ketika di lihat ternyata benar tidak ada siapa-siapa di sana tapi pintu garasi nya tertutup, tandanya benar ada yang menutupnya tadi. Aini langsung lemas ketika sadar bahwa yang ia jemput dan ia bonceng selama perjalanan bukanlah Teh Yona melainkan mahluk halus, aini yang sudah lemas tidak kuat lagi akhirnya pingsan di pada saat itu juga.

Saat aini terbangun dari pingsan nya, Ia hanya ingat bahwa ia pingsan karena ia kaget mengetahui bahwa Teh Yona yang ia jemput adalah mahluk halus, Aini berfikir ia hanya pingsan beberapa jam, saat ia bangun ada sanak keluarga yang sudah berkempul di sampingnya, Aini tau pasti mereka merasa khawatir, Jadi Aini bilang bahwa ia baik-baik saja, namun raut wajah cemas tidak sirna dari muka Orang tua Aini, kakak nya, sepupunya dan keluarga yang berkumpul pada saat itu. Aini yang merasa bingung pun hanya bisa terdiam, karena dia sendiri sebenarnya masih merasa linglung dan bingung. Tiba-tiba ayah Aini berbicara:

“Dek kamu beneran gak ingat apa-apa? 2 hari loh dek kamu kerasukan, bukan pingsan kamu dek”