Dibanding Perbankan Konvensional, Tren Pertumbuhan Perbankan Syariah di Jawa Barat Mencatatkan Kinerja Lebih Tinggi

Perkembangan Sektor Industri Keuangan Non Bank

Dari perusahaan pembiayaan, outstanding piutang bertumbuhsebesar 12,93 persen yoy pada Juli 2023 (Juni 2023: 12,10 persen yoy) menjadi sebesar Rp71,6 triliun, lebih besar dibandingkan masa pandemi yang sempat bertumbuh negatif di akhir tahun 2021. Sekitar 26 persen pembiayaan disalurkan untuk sektor perdagangan, diikuti industri pengolahan 13 persen dan jasa persewaan 10 persen. Adapun rasio Non Performing Finance (NPF) masih terjaga sebesar 3,19 persen (Juni 2023: 3,16 persen).

Sementara untuk Fintech Peer to Peer (P2P) Lending, Jawa Barat masih menjadi Provinsi dengan outstanding pinjaman Fintech P2P Lending terbesar Nasional dengan pertumbuhan pinjaman sebesar 30,7 persen yoy mencapai Rp15,2 triliun dengan jumlah penerima sebanyak 5,6 juta rekening.  Adapun Tingkat Wan Prestasi (TWP) masih terjaga pada angka 4,14 persen. Sejak didirikan, perusahaan Fintech P2P lending telah menyalurkan pinjaman sebesar Rp216 triliun kepada penerima pinjaman di Jawa Barat.

Perkembangan Edukasi dan Pelindungan Konsumen

Sejak Januari hingga Agustus 2023, OJK Jawa Barat telah memberikan 10.037 layanan berupa 8.464 pemberian informasi Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) dan 1.573 pengaduan konsumen/masyarakat. Pengaduan konsumen/masyarakat ke sektor jasa keuangan terdiri dari 459 ke sektor Perbankan, 175 pengaduan ke sektor Perusahaan Pembiayaan, 42 pengaduan di sektor Asuransi, 273 pengaduan Fintech P2P Lending dan 339 pengaduan ke sektor lainnya.

Untuk menangani isu perlindungan konsumen sektor jasa keuangan dan mendorong pemerataan literasi dan inklusi keuangan, OJK juga mendorong program literasi dan inklusi keuangan secara masif baik secara luring (offline) maupun daring (online) melalui Learning Management System (LMS) dan media sosial.

Hingga 31 Agustus 2023, OJK Jawa Barat telah melaksanakan 60 kegiatan edukasi  yang menjangkau 10 ribu peserta yang sebagian besar dilaksanakan secara tatap muka. Edukasi dilaksanakan kepada pelajar /mahasiswa sebanyak 20 kali, 14 kali kepada santriwan/santriwati, 3 kali kepada perempuan dan Ibu Rumah Tangga, 1 kali kepada Guru, 5 kali kepada Pelaku UMKM dan kepada masyarakat umum sebanyak 17 kali. Materi yang disampaikan mengenai pengenalan OJK dan Industri Jasa Keuangan juga termasuk materi mengenai waspada investasi ilegal dan pinjaman online ilegal.

Perkembangan Program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD)

Di wilayah kerja OJK KR2 Jawa Barat telah terbentuk 16 TPAKD yaitu 1 TPAKD Provinsi, 9 TPAKD Kabupaten dan 6 TPAKD Kota. Dengan implementasi beberapa program yaitu:

  1. Program Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir
  2. Kredit Masyarakat Ekonomi Sejahtera (Mesra) yang merupakan skema program kredit tanpa bunga dan agunan. Sampai dengan Agustus 2023, telah disalurkan pembiayaan sebesar Rp66,1 miliar dengan jumlah rekening sebanyak 15 ribu rekening. Tingkat rasio kredit bermasalah dari program ini masih terjaga di angka 4,14 persen.
  3. Kredit Jaringan Wirausaha Sejahtera (Jawara Bedas) yang merupakan pembiayaan permodalan non permanen kepada masyarakat di tingkat Rukun Warga (RW) yang memiliki usaha ultra mikro. Sampai dengan Agustus 2023, telah disalurkan pembiayaan sebesar Rp40,2 miliar dengan jumlah rekening sebanyak 20 ribu rekening. Tingkat rasio kredit bermasalah dari program ini terjaga di angka 2,87 persen.
  4. Program Kredit/Pembiayaan Skema Pertanian & Peternakan
  5. Skema Peternakan Domba

Telah disalurkan pembiayaan sebesar Rp8,8 miliar kepada 37 kelompok peternak (166 orang) dengan outstanding sebesar Rp2,9 miliar dan rasio kredit bermasalah di 0 persen.

  • Skema Peternakan Sapi

Telah disalurkan pembiayaan sebesar Rp29 miliar kepada 58 peternak dengan outstanding sebesar Rp25 miliar dan rasio kredit bermasalah di 0 persen.

  • Skema Perkebunan Teh

Telah disalurkan pembiayaan sebesar Rp1,9 miliar kepada 1 kelompok petani (25 orang) dengan outstanding sebesar Rp1,9 miliar dan rasio kredit bermasalah di 0 persen.

  • Skema Pertanian Padi

Telah disalurkan pembiayaan sebesar Rp12,9 miliar kepada 1 kelompok tani (125 orang) dengan outstanding sebesar Rp4,4 miliar dan rasio kredit bermasalah di 0 persen.

  • Program Ekosistem Keuangan Inklusif

Bertujuan untuk mendorong pemerataan akses keuangan bagi pelaku usaha dan masyarakat di wilayah pedesaan melalui peningkatan pemanfaatan/penggunaan produk dan layanan jasa keuangan oleh masyarakat desa. Adapun salah satu implementasi kegiatannya adalah Literasi Keuangan Dukungan Pengembangan Usaha Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada tanggal 10 Agustus 2023 yang dihadiri oleh Menparekraf RI, Sandiaga Uno di Desa Wisata Alam Endah, Ciwidey, Kabupaten Bandung.

  • Program Akselerasi Keuangan Syariah

Bertujuan untuk mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah melalui peran industri jasa keuangan syariah dan stakeholder terkait. Adapun skema program antara lain:

  1. Tabungan Haji Muda

Merupakan produk tabungan khusus untuk persiapan biaya ibadah haji untuk peserta usia 18-30 tahun melalui produk tabungan simpanan mahasiswa dan pemuda (SIMUDA). Sampai dengan Agustus 2023, jumlah rekening mencapai 7.656 rekening dengan nominal tabungan sebesar Rp76,5 juta

  • Laku Pandai Syariah

Layanan Keuangan Tanpa Kantor Dalam Rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai) guna memperluas akses keuangan syariah di tengah masyarakat, dengan jumlah agen sebanyak 26.450 agen.

  • Kartu Santri

Kartu Identitas yang digunakan oleh santri sebagai alat pembayaran di lingkungan pesantren melalui agen Laku Pandai. Sampai dengan Agustus 2023, telah tersebar di 336 pesantren, dengan jumlah rekening sebanyak 10.222 rekening dan transaksi Rp2,3 miliar.