Bangun “Rumah Digital”, Dosen Telkom University Dorong Optimalisasi Website Desa Wisata Alamendah

Redaksi Klite-Bandung, 25 Juni 2026 — Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Komunikasi dan Ilmu Sosial (FKS) Telkom University yang terdiri dari Moch. Armien Syifaa, Gendra Wisnu Buana, dan Elvi Bertha menyelenggarakan pelatihan “Pengembangan Website Desa Wisata Alamendah sebagai Strategi Penguatan Branding dan Transformasi Digital Desa” pada Selasa (23/6/2026). Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Wisata Alamendah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat sebagai pengelola desa wisata bagaimana pentingnya website untuk keberlanjutan usaha mereka. Website menjadi wajah resmi desa wisata dalam dunia digital yang berfungsi untuk meningkatkan visibilitas, kredibilitas dan memperluas pasar desa wisata.
Menurut Moch. Armien Syifaa, peran media sosial dan website berbeda namun harus mendukung dan terintegrasi satu sama lain.
“Website tempatnya informasi lengkap, sosial media fungsinya menggiring orang ke website” ujarnya.” ujarnya.
Para pengelola wisata sudah mengelola media sosial seperti Instagram, Facebook dan Tiktok sehingga menganggap pengelolaan website tidak diperlukan lagi. Selain itu, mereka memiliki pengalaman pahit ketika website yang mereka buat justru menjadi tempat promosi judi online.
Melihat hal ini, diperlukannya edukasi dan pemahaman bahwa website tetap diperlukan sebagai pusat informasi resmi desa wisata. Media sosial diperuntukkan untuk engagement yang menarik audiens untuk mengakses website.
“Jika desa wisata adalah sebuah rumah, maka website adalah pintu utama yang pertama kali dikunjungi calon wisatawan.” kutipnya.
Sesi diskusi berlangsung interaktif, peserta aktif bertanya bagaimana caranya agar mereka bisa mulai membuat website demi perkembangan desa wisata. Terlihat bahwa peserta antusias dan memahami pentingnya website sebagai rumah digital.
Melalui kegiatan edukasi pengembangan website ini diharapkan peserta memperluas kapasitas mereka dalam membangun branding desa wisata. Dengan ini, diharapkan Desa Wisata Alamendah dapat memperkuat identitas dan eksistensi digitalnya agar bisa mencapai target audiens yang lebih luas.
Bintang, sebagai salah satu peserta kegiatan ini ungkapkan apresiasinya kepada tim dosen Telkom University.
“Kegiatan hari ini membantu saya paham ternyata media sosial saja tidak cukup untuk mengembangkan apa yang sudah saya punya. Saya kira orang sudah tidak menggunakan website, saya mengucapkan terima kasih atas pelatihan yang sudah diberikan”ungkapnya.
Setelah ini, diharapkan pengelola desa wisata dapat mulai mengembangkan website resmi yang aktif dan terpercaya. Peningkatan dan perluasan kapasitas ini diharapkan sejalan dengan hasil memuaskan yang membuat Desa Wisata Alamendah dikenal tak hanya kancah nasional namun juga internasional.
Bandung, 23 Juni 2026 — Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Komunikasi dan Ilmu Sosial (FKS) Telkom University yang terdiri dari Moch. Armien Syifaa, Gendra Wisnu Buana, dan Elvi Bertha menyelenggarakan pelatihan “Pengembangan Website Desa Wisata Alamendah sebagai Strategi Penguatan Branding dan Transformasi Digital Desa” pada Selasa (23/6/2026). Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Wisata Alamendah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat sebagai pengelola desa wisata bagaimana pentingnya website untuk keberlanjutan usaha mereka. Website menjadi wajah resmi desa wisata dalam dunia digital yang berfungsi untuk meningkatkan visibilitas, kredibilitas dan memperluas pasar desa wisata.
Menurut Moch. Armien Syifaa, peran media sosial dan website berbeda namun harus mendukung dan terintegrasi satu sama lain.
“Website tempatnya informasi lengkap, sosial media fungsinya menggiring orang ke website” ujarnya.” ujarnya.
Para pengelola wisata sudah mengelola media sosial seperti Instagram, Facebook dan Tiktok sehingga menganggap pengelolaan website tidak diperlukan lagi. Selain itu, mereka memiliki pengalaman pahit ketika website yang mereka buat justru menjadi tempat promosi judi online.
Melihat hal ini, diperlukannya edukasi dan pemahaman bahwa website tetap diperlukan sebagai pusat informasi resmi desa wisata. Media sosial diperuntukkan untuk engagement yang menarik audiens untuk mengakses website.
“Jika desa wisata adalah sebuah rumah, maka website adalah pintu utama yang pertama kali dikunjungi calon wisatawan.” kutipnya.
Sesi diskusi berlangsung interaktif, peserta aktif bertanya bagaimana caranya agar mereka bisa mulai membuat website demi perkembangan desa wisata. Terlihat bahwa peserta antusias dan memahami pentingnya website sebagai rumah digital.
Melalui kegiatan edukasi pengembangan website ini diharapkan peserta memperluas kapasitas mereka dalam membangun branding desa wisata. Dengan ini, diharapkan Desa Wisata Alamendah dapat memperkuat identitas dan eksistensi digitalnya agar bisa mencapai target audiens yang lebih luas.
Bintang, sebagai salah satu peserta kegiatan ini ungkapkan apresiasinya kepada tim dosen Telkom University.
“Kegiatan hari ini membantu saya paham ternyata media sosial saja tidak cukup untuk mengembangkan apa yang sudah saya punya. Saya kira orang sudah tidak menggunakan website, saya mengucapkan terima kasih atas pelatihan yang sudah diberikan”ungkapnya. Setelah ini, diharapkan pengelola desa wisata dapat mulai mengembangkan website resmi yang aktif dan terpercaya. Peningkatan dan perluasan kapasitas ini diharapkan sejalan dengan hasil memuaskan yang membuat Desa Wisata Alamendah dikenal tak hanya kancah nasional namun juga internasional.
