Pemanfaatan AI untuk Promosi Digital, Dosen Telkom University Dampingi Desa Wisata Alamendah

Redaksi Klite- Bandung, 23 Juni 2026 — Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Komunikasi dan Ilmu Sosial (FKS) Telkom University yang terdiri dari Miftahul Rozaq, Yogie Alwaton, dan Abdul Fadli Kalaloi menyelenggarakan pelatihan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk produksi konten promosi Desa Wisata Alamendah pada Selasa (23/6/2026). Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Wisata Alamendah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, dan diikuti oleh pengelola desa wisata serta pengurus BUMDes yang terlibat dalam pengelolaan promosi digital desa.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini mengangkat topik “Pelatihan Pemanfaatan Artificial Intelligence untuk Produksi Konten Promosi Desa Wisata Alamendah yang Efektif dan Kreatif.” Topik tersebut dipilih berdasarkan kebutuhan pengelola desa wisata dalam mengembangkan promosi digital yang lebih optimal melalui pemanfaatan teknologi terkini.
Menurut Miftahul Rozaq, pelatihan ini bertujuan untuk membantu pengelola Desa Wisata Alamendah meningkatkan kemampuan produksi konten digital sehingga promosi wisata dapat dilakukan secara lebih efektif, kreatif, dan berkelanjutan.
“Dari beberapa kendala yang sudah diidentifikasi bersama, AI ini bisa menjadi salah satu pilihan untuk meningkatkan efisiensi pekerjaan, terutama dalam proses pembuatan ide konten, penulisan naskah promosi, hingga pengelolaan informasi yang akan dipublikasikan melalui media digital desa wisata,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa Desa Wisata Alamendah memiliki potensi wisata yang sangat beragam, mulai dari wisata alam, agrowisata, hingga produk-produk unggulan lokal yang memiliki daya tarik bagi wisatawan. Namun, potensi tersebut memerlukan dukungan strategi komunikasi digital yang tepat agar dapat menjangkau audiens yang lebih luas.
“Saat ini promosi wisata tidak hanya mengandalkan metode konvensional. Kehadiran teknologi AI dapat membantu pengelola desa wisata menghasilkan konten yang lebih cepat, terstruktur, dan menarik sehingga potensi wisata yang dimiliki dapat dikenal oleh masyarakat secara lebih luas,” tambahnya.
Dalam kegiatan ini, peserta memperoleh pelatihan mengenai berbagai pemanfaatan Artificial Intelligence untuk mendukung produksi konten promosi digital. Materi yang diberikan meliputi pencarian ide konten, pembuatan artikel website, penyusunan caption promosi, pengembangan storytelling destinasi wisata, hingga strategi pemanfaatan AI untuk memperkuat branding desa wisata melalui media digital.
Sesi pelatihan berlangsung interaktif dengan diskusi mengenai tantangan yang dihadapi pengelola desa wisata dalam mengelola website dan media promosi digital. Peserta juga mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan penggunaan AI dalam menghasilkan konten yang dapat diterapkan secara langsung pada media promosi Desa Wisata Alamendah.
Fani Aulia Arifah selaku pengelola Desa Wisata Alamendah menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan yang dilaksanakan oleh tim dosen Telkom University. Menurutnya, materi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan pengelola desa wisata saat ini.
“Pelatihan ini memberikan wawasan baru bagi kami dalam memanfaatkan Artificial Intelligence untuk mendukung pembuatan konten promosi. Kami menjadi lebih memahami bagaimana AI dapat membantu menghasilkan ide, menyusun materi promosi, hingga mengembangkan konten website secara lebih efektif. Harapannya, ilmu yang diperoleh dapat kami terapkan untuk memperkuat promosi dan branding Desa Wisata Alamendah di berbagai platform digital,” ungkapnya.
Melalui kegiatan pelatihan pemanfaatan Artificial Intelligence ini, diharapkan kapasitas pengelola Desa Wisata Alamendah dalam mengelola promosi digital semakin meningkat. Program ini juga diharapkan mampu mendorong terciptanya konten promosi yang lebih kreatif, informatif, dan berkelanjutan sehingga dapat memperkuat branding desa wisata serta meningkatkan daya tarik wisatawan. Pada akhirnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat diharapkan terus berlanjut guna mendukung transformasi digital dan pengembangan pariwisata desa yang berdaya saing.
