Upaya Peneliti Telkom University Menjaga Tradisi Lewat Inovasi Gun Tenun Gedog Portabel

Tenun merupakan salah satu wujud manifestasi ekspresi budaya yang dimiliki oleh Bangsa Indonesia. Tradisi menenun di Indonesia sendiri dimulai sejak dulu dengan menggunakan alat tenun tradisional yang dikenal dengan istilah alat tenun gedog. Di Indonesia sendiri terdapat beberapa daerah yang masih menggunakan alat tenun gedog ini, di antaranya di Tuban, Ende, Manggarai, Sumba, Lombok Barat, dan sebagainya.

Tantangan hari ini adalah isu pelestarian tradisi di tengah pengaruh modernisasi teknologi, tren, dan pasar.  Cara-cara konservatif saja tidak cukup untuk mempertahankan tradisi, namun perlu berinovasi. Inovasi pada tenun tradisional ini dapat diciptakan melalui berbagai cara seperti efisiensi proses, pengembangan teknik, variasi corak, dan lain-lain.

Didasari hal tersebut, tim peneliti dari Telkom University yang dipimpin oleh ⁠Prof. Fajar Ciptandi (Prodi Magister Desain, Fakultas Industri Kreatif), tergerak melakukan penelitian lanjutan yang berjudul “Gun Portabel Rotan untuk Tenun Gedog” . Prof. Fajar Ciptandi dibantu anggota peneliti yang terdiri dari dua dosen Fakultas Industri Kreatif, yakni Oky Setiawan, M.Ds. (Prodi Desain Produk & Inovasi) dan Wirania Swasty, Ph.D. (Prodi Magister Desain).  

Penelitian ini dilakukan di bulan Juni hingga September 2026 di Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Penelitian ini merupakan hibah dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Program Hilirisasi Riset Prioritas – Pengujian Model dan Prototipe Tahun 2026. Tujuan utama penelitian kali ini adalah untuk melakukan pengujian alat gun portabel dengan material utama rotan pada alat tenun gedog kepada perajin di sentra tenun di Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Jawa Timur yang sedari dahulu memiliki tradisi menenun.

Pada penelitian sebelumnya di tahun 2024 dan 2025, telah dikembangkan prototipe berupa gun portabel dari akrilik yang telah diujikan melibatkan perajin tenun di Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Gun akrilik portabel tersebut terbukti mampu meningkatkan efisiensi waktu serta  menciptakan corak tenun yang baru, namun peneliti merasa material akrilik yang sintetis tersebut belum berfungsi secara optimal pada saat proses penenunan. Sehingga pada tahun 2026 ini, tim peneliti merasa perlu melakukan pengujian lebih lanjut dengan mengganti material akrilik tersebut dengan rotan, yang merupakan material yang alami yang terbukti memiliki fleksibilitas baik serta daya tahan tinggi terhadap tekanan, tarikan, dan gesekan.

Potensi pengguna prototipe gun rotan portabel ini adalah sentra-sentra kerajinan tenun yang masih menggunakan tenun gedog di Indonesia. Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, industri tenun ini didominasi oleh industri kecil dan menengah yang tersebar di 23 provinsi. Secara nasional, terdapat sekitar 368 sentra industri tenun dengan 14.618 unit usaha. 

Perancangan prototipe gun rotan portabel ini mendapat respon positif dari Nanang Qosim, koordinator perajin tenun di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Beliau menuturkan, “Semoga dengan adanya gun rotan portable ini diharapkan perajin tenun di Kabupaten Tuban terbiasa dan mempercepat proses penyusunan gun. ⁠Gun rotan diharapkan bisa menjadi referensi ke depan dalam membuat variasi motif tenun gedog Kabupaten Tuban”. Beliau pun berharap dengan adanya inovasi gun rotan, mampu memberi manfaat perekonomian penenun dalam hal ketertarikan dengan hal baru dan penambah semangat bekerja. “Semoga dengan adanya gun rotan diharapkan dapat membuka peluang contoh inovasi pengembangan alat tenun gedog yang lain”.

Penelitian ini menggaet mitra industri workshop rotan CV Mulia Jaya Furniture berbasis di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, yang dikelola Arif Rivai. “Proses perancangannya  bersifat eksploratif berawal dari tahap awal sampai final. Setiap prosesnya membutuhkan keuletan tinggi karena prototype yg dirancang relatif kecil. Setelah menemukan bentuk ideal  secara fungsi dan material, proses berikutnya relatif lebih mudah”, tutur Arif Rivai mengenai proses perancangan  prototipe gun rotan portabel ini.