KESEHATAN KUAT BANGSA BERDAULAT
Seminar Wawasan Kebangsaan & Forum Diskusi Dies Natalis Fakultas Kedokteran Unpad

Redaksi-Klite. Bandung, Rabu 26 November 2025 — Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran menyelenggarakan Seminar Wawasan Kebangsaan & Forum Diskusi bertajuk “Kesehatan Kuat, Bangsa Berdaulat” bertempat di Auditorium Lt. 2 Gedung
Koeswadji, Jl. Eyckman No. 38 Bandung.
Acara ini diawali dengan sambutan Rektor Unpad Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, dr.,Sp.M(K).,M.Kes.,Ph.D dan Laporan Ketua Pelaksana
Rizky Ramadhan Sayyid Zenyda, S.Ked. dan wakil Ketua Panitia M. Riza Vikar Akbar Alhayat, S.Ked.
Seminar dan Diskusi ini menghadirkan pembicara :
- IR.SUBKHAN, M.PSDA.,IPU.,ASEAN,Eng. – (KADIN INDONESIA)
- Dr. M.Fauzan Adziman, S.T.,M.Eng. – (DIREKTORAT JENDRAL RISET & PENGEMBANGAN KEMDIKTISAINTEK)
- Prof. DR. YUDI MULYANA HIDAYAT, DR.,SPOG (K) – (DEKAN FK UNPAD)
Dan Panelis
- BRIGJEN TNI (PUR.) DR.dr. SOROY LARDO,SP. PD., K.PTI.,FINASIM. (FAKULTAS KEDOKTERAN MILITER UNHAN)
- PROF.DR.DR. BUDI IMAN SANTOSO, SP.OG,SUBSP. UROGIN-RE,MPH (KETUA DEWAN PROFESOR SE-INDONESIA)
- MAYJEND. TNI dr. ICHSANFIRDAUS, SP.KJ.,M.M.R.S.,CFrA. (KEPALA RSPAD GATOT SOEBROTO)
Dengan dipandu oleh moderator :
FARHANA NARISWARI WISANDANA (PUTRI INDONESIA 2023, ALUMNI FAK.KEDOKTERAN)
Dan Tamu Kehormatan : JEND. TNI (PUR.)DR.H.DUDUNG ABDURACHMAN, SE.,M.M. (PENASIHAT KHUSUS PRESIDEN BIDANG PERTAHANAN)
Dan MUHAMMAD GURUH IRIANTO SOEKARNOPUTRA, S.A.P., M.M.,M.SI
Para pembicara memaparkan pentingnya sinkronisasi antara sistem pelayanan kesehatan dengan transformasi pendidikan kedokteran sebagai fondasi ketahanan nasional di bidang kesehatan.
Indonesia sebagai negara kepulauan dengan 17.508 pulau, lebih dari 360 suku, dan ratusan bahasa menghadapi tantangan besar dalam pemerataan layanan kesehatan.
Data kependudukan menunjukkan tingginya kebutuhan layanan kesehatan berkualitas yang merata hingga wilayah 3T.
Dalam paparannya menekankan sejumlah masalah utama, mulai dari distribusi tenaga kesehatan, ketersediaan fasilitas, produksi dokter dan nakes, peran
pemerintah daerah, hingga perlindungan hukum dan kesejahteraan tenaga medis. Ia juga mempertanyakan pentingnya kejelasan leader dalam tata kelola kesehatan nasional demi efektivitas kebijakan.
Prof. Yudi turut mengutip rekomendasi The Lancet tentang evolusi pendidikan
tenaga kesehatan menuju fase transformative learning (2020–2030), yang menuntut lulusan kedokteran memiliki kemampuan kepemimpinan, critical reasoning, etika, dan orientasi pada kebutuhan pasien serta populasi.
Transformasi pendidikan kedokteran, menurutnya, harus bergerak seiring dengan reformasi sistem kesehatan agar Indonesia memiliki tenaga medis yang tidak hanya kompeten, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang memperkuat
ketahanan nasional. Sementara Jendral Dudung memberikan insight yang berbeda tentang pentingnya wawasan kebangsaan bagi anak muda untuk membangun
negeri. Di akhir paparannya Jendral Dudung memberikan motivasi bahwa setiap anak muda berhak bermimpi apapun, namun harus bertanggung jawab terhadap mimpi itu.
Acara ini menjadi ruang diskusi strategis bagi akademisi, pemerintah, organisasi
profesi, dan pemangku kebijakan untuk merumuskan arah pembangunan kesehatan nasional sebagai bagian penting dari kedaulatan bangsa.




