Dorong Ekosistem Seni Inklusif, JNE Dukung Pameran IN MEDIO ARTJOG di Bandung

02 November 2026 – REDAKSI KLITE BANDUNG  — JNE resmi menjalin kolaborasi sebagai mitra logistik dalam pameran seni IN MEDIO yang diinisiasi oleh ARTJOG melalui program Love 🤟 ARTJOG. Pameran yang berlangsung mulai 31 Oktober hingga 29 November 2026 di Dia.Lo.Gue @dotHub Space, Bandung ini menjadi wadah apresiasi karya sekaligus ruang promosi inklusivitas dalam industri kreatif.

Sebagai mitra logistik resmi, JNE mendukung pendistribusian karya seni dan perlengkapan pendukung acara. Selain itu, JNE menghadirkan program promosi khusus berupa kemudahan pembelian official merchandise ARTJOG melalui platform Pesona Express JNE.

Senior Vice President Marketing JNE, Eri Palgunadi, menyatakan bahwa keterlibatan JNE dalam pameran ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung ekosistem seni dan ekonomi kreatif.

“Bagi JNE, logistik bukan hanya tentang mengantarkan barang dari satu tempat ke tempat lainnya, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan sebuah ide, kreativitas, dan karya untuk dapat menjangkau lebih banyak orang,” ujar Eri. Ia menambahkan, langkah ini sejalan dengan semangat JNE Connecting Happiness serta menyambut HUT ke-36 JNE yang mengusung tema Melesat Hebat.

Direktur Program ARTJOG, Gading Narendra Paksi, menyampaikan apresiasinya atas dukungan JNE. Menurut Gading, pameran IN MEDIO merupakan muara dari rangkaian program residensi seniman yang sebelumnya digelar di Yogyakarta. Program ini diusung oleh Love  ARTJOG untuk membangun ekosistem seni yang inklusif dan ramah disabilitas.

Dalam pelaksanaannya, Love  ARTJOG berkolaborasi dengan Tab Space (social enterprise yang memfasilitasi seniman disabilitas), dotHub Space, serta Ace House Collective asal Yogyakarta sebagai fasilitator residensi.

Pameran IN MEDIO menampilkan karya dari lima seniman yang telah menyelesaikan proses eksplorasi artistik selama sepuluh hari di Yogyakarta, yaitu: Clara Vania (Yogyakarta), Dewi Nurlaela (Jakarta), Ilham Sadikin (Bandung), Septa Anggitayuda (Bogor), Zakka Nurul Giffani Hadi (Yogyakarta).

Karya-karya yang dipamerkan mencakup beragam medium, mulai dari eksplorasi arsitektur dan transportasi melalui figur robotik, simbolisme kesetaraan komunitas Tuli dan Dengar, teknik fotografi bahasa isyarat, dokumentasi keluarga dengan teknik cyanotype, hingga seni kolase digital. Melalui pameran ini, penyelenggara berharap dapat memperluas perspektif publik mengenai keberagaman dan kesetaraan hak berkarya bagi setiap individu.