Konten yang Berdampak: Siswa SMKN 10 Bandung Diajak Memahami Peran Karya Visual dalam Mendorong Perubahan Sosial

Bandung, 23 Oktober 2026. Di era digital, foto dan video tidak lagi sekadar menjadi media dokumentasi atau hiburan, tetapi juga memiliki kekuatan untuk membentuk persepsi dan cara pandang masyarakat terhadap suatu realitas. Melalui kegiatan “Konten yang Berdampak: Pelatihan Komunikasi Visual dan Media Sosial bagi Siswa SMK sebagai Agen Perubahan”, tim Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) International Photography and Short Movie Festival (IPSMF) 2026 mengajak siswa-siswi SMK Negeri 10 Bandung untuk memahami peran komunikasi visual dalam mendorong perubahan sosial. Kegiatan yang mengangkat tema “Framing Social Change” ini dilaksanakan pada Jumat (23/10/2026) di SMK Negeri 10 Bandung.
Kegiatan ini ditujukan khususnya bagi siswa-siswi program keahlian Broadcasting dan Perfilman yang nantinya berpotensi menjadi kreator konten, fotografer, videografer, maupun insan perfilman. Melalui kegiatan ini, peserta diajak melihat bahwa kemampuan memproduksi karya visual tidak hanya membutuhkan keterampilan teknis dan estetika, tetapi juga pemahaman terhadap pesan, perspektif, serta dampak sosial yang dapat ditimbulkan dari karya tersebut.
Dalam sesi pematerian, Bapak Dindin Dimyati, S.Sos., M.MI. dan Ibu Astaria Eka Santi, M.A. membagikan wawasan mengenai framing social change serta pentingnya memahami karya visual sebagai medium komunikasi yang dapat mempengaruhi cara masyarakat memandang suatu isu. Melalui pendekatan tersebut, siswa diajak untuk lebih kritis dalam melihat bagaimana sebuah foto atau video dapat menyampaikan perspektif tertentu, membangun emosi, serta mengarahkan perhatian audiens terhadap realitas sosial.
Pembahasan juga menyoroti bahwa sebuah karya visual tidak pernah berhenti pada apa yang terlihat di layar. Di balik pemilihan sudut pengambilan gambar, penyusunan adegan, hingga pesan yang disampaikan, terdapat perspektif kreator yang turut mempengaruhi interpretasi audiens. Oleh karena itu, siswa didorong untuk mempertimbangkan isu yang diangkat, pesan yang ingin disampaikan, serta tanggung jawab dalam menghasilkan konten yang informatif dan bermakna bagi masyarakat.
Melalui kegiatan Abdimas IPSMF 2026, siswa-siswi SMK Negeri 10 Bandung diharapkan tidak hanya semakin memahami komunikasi visual dan media sosial, tetapi juga mampu menghasilkan karya yang lebih kritis, empatik, dan bertanggung jawab. Karya fotografi dan video diharapkan dapat menjadi sarana untuk menyuarakan isu, membangun kepedulian, serta menghadirkan perspektif baru bagi masyarakat.
Program ini menjadi salah satu upaya Telkom University melalui Fakultas Komunikasi dan Ilmu Sosial untuk mengimplementasikan keilmuan komunikasi secara langsung di lingkungan pendidikan. Melalui semangat “Framing Social Change”, Abdimas IPSMF 2026 berharap generasi muda dapat memanfaatkan kreativitas dan keterampilan visual yang dimiliki bukan hanya untuk menghasilkan karya yang menarik, tetapi juga untuk membawa pesan positif dan menjadi bagian dari perubahan sosial di lingkungan sekitarnya.




